THE UNPREDICTABLE “BINTANG TIMUR”

Syuting itu very unpredictable. Mau kita membuat plan secanggih termuktahir apapun, tetap saja selalu ada yang di luar dugaan. I experienced it most while shooting my sixth masterpiece, “BINTANG TIMUR”.

Contoh simple-nya saja, syuting yang diperkirakan akan kelar sebentar, malah lanjut kelar sampai hampir jam 11 malam (dari jam 3 sore) hanya karena ni kucluk tidak bisa hafalin dua kalimat saja. Padahal orang-orang selain dia yang baru mendengar dialognya saja sudah bisa hafal mati.

Tapi semua selalu berakhir happy ending in God. Senin kemarin saya syut d kantor salah satu teman pada malam hari. Rencana jam 6 malam mulai syuting, tapi sebelum jam 6 saya sudah sampai karena jalan lancar. Berhubung cuaca mendung dan saya mau nebeng motor teman untuk bisa masuk ke kawasan elit Jembatan Besi, maka saya mulai mengeluarkan juris andalan saya. Saya beriman tidak akan turun hujan sebelum saya sampai di kantor yang ada di kawasan elit tersebut.

Eng ing eng! Faith mostly tidak pernah mengecewakan. Saya tiba di tempat tujuan tanpa kehujanan. Baru mulai hujan pas saya sudah mulai syuting dan hujannya itu deras! Kalian semua oasti menganga dan terkejut dengan apa yang telah saya lalui haha, sepertinya sih tidak ya. Tapi saudara-saudara, akibat hujan deras justru saya jadi tidak bosa syuting. Ya gimana mau syuting kalau suaranya ketiban suara hujan, masbro!

Shooting "Bintang Timut"
Shooting “Bintang Timur”

Alhasil direhat sebentar sambil tunggu hujan reda. Mana ni kucluk satu mau buru-buru pergi dan bilang kalau setengah jam ga kelar, ya di-reschedule saja. Saya langsung what theee! Ente pikir gampang atur waktu and kudu masuk kawasan elit and eke ga banyak kerjaan editing yang dikejar-kejar deadline?! Harusnya tadi sayaberiman supaya tidak hujan sampai selesai syuting, ya. Kurang panjang imannya ternyata haha.

Tapi saya beriman kembali kalau dalam maksimal lima belas menit, hujan stop! And hey, hujan tak kudu berhenti, malah makin deras. Pusing pala ayam! Untung saya orangnya patient abis. Saat hujan mulai tenang, saya langsung hajar syuting. Masih ada kena suara hujan sikit-sikit, tapi lama kelamaan hujan pun reda sudah. Syutin berjalan dengan cepat dan selesai.

Masa-masa syuting memang masa-masa yang menguras tenaga, waktu, pikiran, dan emosi. Apalgi kalau uda yerjadi hal-hal di luar dugaan. Tapi di situlah sensasinya cuy!

Be blessed!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s