02. ALEX MAXELL (PAPAYA)

“Mystery Road House.” Alex mengetik nama tempat yang dia ucapkan ke situs pencarian di laptopnya. Setelah itu dia mengklik search.

Alex adalah seorang mantan polisi. Wajahnya tampan dengan rambut hitam pendek. Badannya tinggi tegap sesuai dengan peranannya dulu sebagai polisi yang harus gagah. Dia sudah seminggu diberhentikan dari kepolisian. Walaupun dia selalu mengerjakan tugasnya dengan baik, dia selalu bertindak sendiri tanpa memikirkan sekitarnya. Bahkan partnernya hampir saja terbunuh karena dia yang tidak suka bekerja sama. Semenjak diberhentikan, Alex menghadapi kesulitan ekonomi.

Beberapa pilihan muncul di layar laptopnya. Alex membuka situs paling pertama dan melihat ada sebuah rumah tua yang sangat besar. Di bawahnya ada keterangan tentang rumah itu.

“Mystery Road House adalah sebuah rumah besar tua yang dimiliki oleh keluarga Fruits,” Alex membaca informasi tentang Mystery Road House. “Rumah besar ini terletak di jalan Mutiara Utara. Namun tidak ada yang pernah masuk ke dalam rumah itu lagi. Gerbangnya dirantai dengan sangat ketat. Semua pintu serta jendela terkunci. Rumah ini termasuk rumah yang angker karena sering terlihat bayangan-bayangan di sekitar rumah tersebut. Bayangan-bayangan yang diduga adalah arwah dari anggota keluarga Fruit yang menghilang dan tidak pernah ditemukan lagi.”

Alex mengambil gelasnya yang berisi kopi dan meminumnya. “Menarik,” ujarnya dan kembali melanjutkan. “Sampai sekarang keberadaan anggota keluarga Fruit tidak pernah diketahui. Rumor berkata bahwa keluarga Fruit saling membunuh di sebuah pulau pribadi milik keluarga tersebut. Namun pulau tersebut juga tidak pernah ditemukan tempat pastinya, seakan-akan pulau tersebut berada di dunia lain.”

Informasinya berhenti di sana. Alex kembali meminum kopinya dan menaruh gelasnya ke sebelah laptop. Kemudian dia meraih dua kertas yang sudah dia keluarkan dari dalam amplop. Satunya adalah cek satu juta dollar. Yang satunya lagi berisi:

Kepada Alex Maxell,
    Satu juta itu hanya awal. Seminggu di pulau X, satu milyar akan menjadi akhir. PAPAYA adalah namamu. Kemasi sandang saja. Persiapkan diri. Anda ditungg di Mystery Road House besok pagi.
    Aturi aturan-aturan atau Anda gugur.

“Baiklah,” kata Alex sambil menutup laptop dan menaruh kertas itu di atas laptop. Di tangannya tinggal cek satu juta dollarnya. “Sekarang tinggal membuktikan keaslian cek ini.”

12 thoughts on “02. ALEX MAXELL (PAPAYA)

  1. Pingback: FRUITS – 04. THE FIRST DAY | Tjung Hanson

  2. Pingback: FRUITS – 05. HARI PERTAMA | HANSON TJUNG

  3. Pingback: FRUITS – 06. KELUARGA FRUITS | HANSON TJUNG

  4. Pingback: FRUITS – 07. PULAU X | HANSON TJUNG

  5. Pingback: HANSON TJUNG

  6. Pingback: FRUITS – 08. HARI KEDUA | HANSON TJUNG

  7. Pingback: FRUITS – 09. HARI KETIGA – HANSON TJUNG

  8. Pingback: FRUITS – 10. HARI KEEMPAT – HANSON TJUNG

  9. Pingback: FRUITS – 11. HARI KELIMA – HANSON TJUNG

  10. Pingback: FRUITS – 12. HARI KEENAM – HANSON TJUNG

  11. Pingback: FRUITS – 13. GERHANA – HANSON TJUNG

  12. Pingback: FRUITS – 14. MYSTERY ROAD HOUSE – HANSON TJUNG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s